Kenali Mastitis, Payudara Bengkak dan Nyeri pada Ibu Menyusui

Kenali Mastitis, Payudara Bengkak dan Nyeri pada Ibu Menyusui

Sahabat Hermina, momen mengASIhi adalah momen yang sangat penting. Salah satu masalah yang banyak dihadapi oleh para ibu menyusui adalah mastitis. Angka kejadian mastitis dilaporkan berbda-beda setia negara. Mulai dari 3% bahkan ada yang mencapak 50% angka kejadian mastitis pada ibu yang menyusui. Mastitis menyebabkan payudara menjadi nyeri, bengkak, hangat, dan kemerahan. Orang yang mengalami radang pada payudara ini juga bisa mengalami demam dan kedinginan karena disertai dengan infeksi. Hal tersebut tentunya membuat ibu merasa tidak nyaman. 

 

Biasanya, mastitis terjadi pada salah satu payudara saja. Inflamasi yang terjadi biasanya pada satu saluran. Mastitis tidak terjadi begitu saja, namun ada beberapa proses hingga menjadi mastitis, seperti payudara bengkak, puting lecet, saluran yang tersumbat kemudian akhirnya berlanjut menjadi mastitis. Jika tidak dikelola dengan baik, mastitis dapat berlanjut menjadi abses yang tentunya membutuhkan tindakan pengeluaran nanah yang ada di dalam abses.

 

Lalu, apa yang harus dilakukan seorang ibu menyusui jika mengalami mastitis?

Mastitis harus dikelola dengan baik. Dalam pengelolaannya kita kelompokan menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Pengelolaan nyeri

Untuk pengelolaan nyeri, ibu dapat mengkonsumsi obat anti nyeri, atau melakukan kompres dengan air dingin atau es batu pada payudara.

  1. Payudara harus dikosongkan 

Sangat dianjurkan sekali untuk mengosongkan payudara. Jika payudara tidak dikosongkan maka di khawatirkan akan membuat penyumbatan saluran ASI yang semakin parah. Jadi bagi ibu mengalami mastitis sangat dianjurkan untuk tetap memberikan ASI kepada Si Kecil meskipun payudara sedang dalam keadaan radang. Atau ibu juga bisa mengosongkan payudara dengan memerah ASI. 

  1. Pemberian antibiotik

Pemberian antibiotik tentunya akan diberikan oleh petugas kesehatan. 

 

Sahabat Hermina, mastitis harus dipantau perbaikannya. Tentunya kita mengharapkan perbaikan yang signifikan dalam 24 jam. Apabila payudara ibu malah semakin nyeri, ibu masih demam, payudara sulit untuk dikosongkan, maka segeralah berkonsultasi dengan ahlinya. Jangan sampai mastitis menjadi penyebab momen mengASIhi tidak berjalan dengan baik. ASI begitu penting buat perkembangan Si Kecil. Sahabat Hermina bisa mengkonsultasikan dengan dokter konselor laktasi di Hermina Ciputat. Agar moment mengASIhi berjalan dengan lancar.

Sahabat Hermina, momen mengASIhi adalah momen yang sangat penting. Salah satu masalah yang banyak dihadapi oleh para ibu menyusui adalah mastitis. Angka kejadian mastitis dilaporkan berbda-beda setia negara. Mulai dari 3% bahkan ada yang mencapak 50% angka kejadian mastitis pada ibu yang menyusui. Mastitis menyebabkan payudara menjadi nyeri, bengkak, hangat, dan kemerahan. Orang yang mengalami radang pada payudara ini juga bisa mengalami demam dan kedinginan karena disertai dengan infeksi. Hal tersebut tentunya membuat ibu merasa tidak nyaman. 

 

Biasanya, mastitis terjadi pada salah satu payudara saja. Inflamasi yang terjadi biasanya pada satu saluran. Mastitis tidak terjadi begitu saja, namun ada beberapa proses hingga menjadi mastitis, seperti payudara bengkak, puting lecet, saluran yang tersumbat kemudian akhirnya berlanjut menjadi mastitis. Jika tidak dikelola dengan baik, mastitis dapat berlanjut menjadi abses yang tentunya membutuhkan tindakan pengeluaran nanah yang ada di dalam abses.

 

Lalu, apa yang harus dilakukan seorang ibu menyusui jika mengalami mastitis?

Mastitis harus dikelola dengan baik. Dalam pengelolaannya kita kelompokan menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Pengelolaan nyeri

Untuk pengelolaan nyeri, ibu dapat mengkonsumsi obat anti nyeri, atau melakukan kompres dengan air dingin atau es batu pada payudara.

  1. Payudara harus dikosongkan 

Sangat dianjurkan sekali untuk mengosongkan payudara. Jika payudara tidak dikosongkan maka di khawatirkan akan membuat penyumbatan saluran ASI yang semakin parah. Jadi bagi ibu mengalami mastitis sangat dianjurkan untuk tetap memberikan ASI kepada Si Kecil meskipun payudara sedang dalam keadaan radang. Atau ibu juga bisa mengosongkan payudara dengan memerah ASI. 

  1. Pemberian antibiotik

Pemberian antibiotik tentunya akan diberikan oleh petugas kesehatan. 

 

Sahabat Hermina, mastitis harus dipantau perbaikannya. Tentunya kita mengharapkan perbaikan yang signifikan dalam waktu 24 jam. Apabila payudara ibu malah semakin nyeri, ibu masih demam, payudara sulit untuk dikosongkan, maka segeralah berkonsultasi dengan ahlinya. Jangan sampai mastitis menjadi penyebab momen mengASIhi tidak berjalan dengan baik. ASI begitu penting buat perkembangan Si Kecil. Sahabat Hermina bisa mengkonsultasikan dengan dokter konselor laktasi di Hermina Ciputat. Agar moment mengASIhi berjalan dengan lancar.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.