penyakit dalam, internist, ayah dan ibu, anak

Solusi untuk Sakit Maag

Sakit maag lebih banyak dikenal sebagai penyakit akibat sering terlambat makan. Penyakit ini sering diabaikan akibat kurang pahamnya masyarakat akan efek samping yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Bahkan untuk usia di atas 50 tahun, setiap gejala terkait dengan penyakit maag harus dianggap serius karena ada kemungkinan terkait dengan kondisi jantung penderita.

 

Gejala penyakit ini paling mudah ditandai dengan nyeri yang berasal dari lambung dan usus. Dalam beberapa kasus jika tidak segera ditangani nyeri bisa merembet ke kerongkongan akibat luka terbuka yang muncul di lapisan dalam lambung tidak segera terobati dan muncul infeksi. Infeksi dari bakteri inilah yang bisa menyebar ke kerongkongan penderita.

 

Maag disebabkan oleh luka pada lambung yang tidak segera terobati dan berakibat infeksi bakteri Helicobacter pylori. Luka ini terjadi oleh banyak sebab, yang paling   umum adalah pola makan tidak teratur atau sensitif terhadap menu makanan tertentu seperti rasa pedas atau yang lainnya dan ada juga penyebab lain seperti efek samping penggunaan obat antinflamasi nonsteroid (OAINS). Maag bisa mudah kambuh atau terjadi jika dipicu oleh stres, karena stres akan membuat syaraf mengeluarkan hormon berlebih yang mengganggu kinerja lambung secara keseluruhan.

 

Beberapa gejala maag biasanya sudah akrab dengan masyarakat seperti nyeri pada perut bagian atas, sakit terasa panas, perut terasa penuh alias cepat merasa kenyang, mual dan kembung dan sebagainya. Dalam banyak kasus jika tidak diobati atau obatnya tidak cocok terjadi refleks dimana makanan atau cairan akan masuk dari lambung ke kerongkongan yang membuat penderita sering bersendawa dan terasa nyeri ulu hati yang berujung pada muntah.

 

Gejala sakit maag jika lama berlangsung terasa sangat menyiksa karena muncul rasa nyeri yang terasa sampai punggung dan leher. Susahnya lagi nyeri tersebut muncul setelah makan yang membuat tubuh mual dan malas makan lagi. Rasa nyeri dan panas di dada merupakan gejala yang paling umum terjadi.

 

Penyakit maag bisa berbahaya dan menimbulkan komplikasi jika terlambat dalam penanganan. Beberapa komplikasi dari penyakit maag ini perlu diantisipasi oleh penderita agar tidak fatal nantinya:

- Penyempitan esofagus atau penyempitan saluran kerongkongan yang bisa membuat penderita susah menelan atau bahkan sesak nafas. Gejalanya nyeri dada dan terasa sakit di tenggorokan akibat adanya luka atau infeksi di kerongkongan.

- Esofagus Barrett atau luka dan infeksi yang terjadi akibat asam lambung di kerongkongan dalam jumlah berlebih. Jika tidak ditangani dengan baik, penumpukan jaringan sel di bagian bawah kerongkongan bisa memicu munculnya sel kanker. Jika sudah menjadi kanker kerongkongan akan makin beresiko fatal bagi penderita.

Stenosis pilorus akibat asam lambung berlebih. Di dalam lambung terdapat area pilorus yang bisa terinfeksi akibat maag yang tidak diobati sehingga bisa mempersempit pilorus. Dampaknya proses pencernaan tidak sempurna yang ditandai dengan gejala muntah-muntah.

 

 

Sakit maag termasuk jenis penyakit yang mudah kambuh karena lambung biasanya sensitif terhadap pola makan dan juga menu yang dimakan. Untuk mengantisipasi hal ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah sebagai berikut:

- Penderita Sakit Maag Hindari kafein atau alkohol namun perlu dipahami juga apakah sakit maag disebabkan oleh kedua zat ini atau bukan.

- Penderita sakit maag juga harus menjaga pola makan teratur dan kurangi makanan-makanan yang sensitif terhadap lambung. Idealnya makan dalam porsi sedang atau kecil namun sering jika sudah pernah sakit maag, bisa empat atau lima kali sehari dengan porsi masing-masing yang lebih sedikit.

 

Nah, Sahabat Hermina, untuk bisa menikmati sajian pedas atau minuman berkafein favorit, tentunya kesehatan lambung harus dijaga. Mulailah pola makan sehat dan teratur untuk lambung yang lebih sehat.

 

 

 

Categories