ibu, kehamilan

MengASIhi Sepenuhnya

ASI (Air Susu Ibu) merupakan merupakan nutrisi terbaik bagi buah hati. Setelah melahirkan, tentunya sangat disarankan untuk memberikan ASI ekslusif kepada bayi. Sayangnya, sebagian dari ibu masih mengalami kekurangan ASI. Namun, apakah benar ASI dapat berkurang? 

 

Apa saja tanda-tanda bayi yang kurang minum atau ASI dari ibu kurang?

 

- Bayi yang rewel atau sering menangis padahal sudah diberikan ASI

- Bayi yang sering minta disusui dalam waktu yang sering

- Bayi yang rewel dan susah tidur

- Berat badan yang belum balik ke berat lahir selama 2 minggu

- Jumlah frekuensi buang air kecil Si Kecil

 

Bayi yang cukup minum akan buang air kecil satu kali dalam satu hari di usia satu hari, dua kali sehari di usia dua hari, tiga kali sehari di usia tiga hari, empat kali sehari di usia empat hari, lima kali sehari di usia lima hari dan pada usia enam hari dan seterusnya buang air kecil selama enam kali.

 

- Warna urin Si Kecil yang pekat dan bau urine yang menyengat

- Buang air besar yang masih berwarna hijau tua pada hari kelima

 

Kenapa Produksi ASI Dapat Berkurang?

 

Ada empat faktor penyebab ASI berkurang, yaitu:

 

1. Teknik menyusui atau managemen menyusui

Pada awal menyusu, bayi secara naluri sudah bisa mengisap puting ibu. Namun, penting untuk melatih bayi agar bisa menyusu pada payudara dengan posisi perlekatan yang baik, agar proses menyusui dapat berjalan lancar. Jika bayi tidak melekat dengan baik maka akan menimbulkan luka dan nyeri pada puting susu dan payudara akan membengkak karena ASI tidak dapat dikeluarkan secara efektif. Bayi merasa tidak puas dan ingin menyusu lebih sering dan lama. Jika demikian, bayi akan mendapat ASI sangat sedikit dan berat badan bayi tidak naik dan lambat laun ASI akan mengering.

 

2. Faktor kesehatan psikologis ibu

Ibu menyusui harus memiliki rasa percaya diri dan merasa bahagia. Caranya, ibu bisa mencari informasi mengenai laktasi seperti berkonsultasi dengan ahlinya agar merasa yakin. Faktor dukungan keluarga dan orang terdekat juga akan memengaruhi kesehatan psikologis Ibu.

 

3. Faktor kesehatan fisik ibu

Ibu perlu menjaga kesehatan dengan baik. Caranya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahat dan minum air putih yang cukup, serta mengelola stres.

 

4. Faktor bayi

Bayi bisa saja bingung puting karena bayi sudah mengenal media lain selain menyusu di payudara Ibu. Tentu bayi akan memilih media yang mudah untuk menyusu.

 

Agar bisa mengASIhi sepenuhnya, Ibu tentunya harus memperhatikan dari ke empat faktor yang menyebabkan kurangnya ASI. Tentunya ibu harus tetap semangat dan merasa bahagia dan juga dapat mempergunakan waktu sebaik-baiknya, juga berusaha istirahat yang cukup agar dapat mengASIhi dengan baik.

Categories