anak, ibu, ayah, lansia, kejang, kesehatan

Kenali Gejala dan Penyebab Kejang

Tahukah Sahabat Hermina, Kejang menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai meski terlihat ringan sekalipun. Penyakit ini sering sekali dijumpai pada anak yang mengalami demam. Namun, juga sering terjadi pada orang dewasa.

Pengertian Kejang

Dalam pengertiannya, kejang adalah suatu gejala yang timbul akibat dari efek langsung atau tidak langsung penyakit sistem saraf pusat (SSP) atau disfungsi otak. Adanya disfungsi otak ini biasanya disertai dengan motorik, sensorik, atau gangguan otonomo lainnya tergantung dari daerah otak yang terlibat. Bisa jadi akan mengenai organ tertentu atau menyebar ke beberapa organ yang lainnya.

Gejala

Selain itu, ada beberapa gejala yang patut Sahabat Hermina waspadai mengenai penyakit ini. Gejalanya biasanya tergantung bagian otak yang terkena dan jenis kejang yang dihadapi. Namun, ada jenis yang paling sering terjadi, yaitu kejang jenis tonik klonik yang terjadi secara dua tahap, yaitu tahap tonik atau kaku yang biasanya diikuti tahap klonik.

Namun, ada beberapa gejala lain apabila terjadi di sebagian area otak seperti,

  1. Adanya gangguan sensasi penglihatan, pendengaran, atau penciuman
  2. Terjadi gerakan berulang, contohnya menggosok tangan atau jalan berputar
  3. Adanya gerak menyentak pada salah satu bagian tubuh lengan atau tungkai
  4. Mood yang berubah sewaktu-waktu
  5. Sulit bicara
  6. Pusing atau mual
  7. Kesemutan

Sedangkan untuk gejala yang memengaruhi seluruh bagian otak biasanya meliputi:

  1. Tubuh menjadi kaku, lalu terjadi gerakan menyentak di seluruh tubuh
  2. Adanya gerak menyentak di bagian wajah, leher, dan tangan
  3. Otot terasa hilang kontrol sehingga dapat menyebab penderita jatuh secara tiba-tiba
  4. Otot menjadi kaku di bagian punggung atau tungkai
  5. Pandangan menjadi kosong ke satu arah
  6. Mata berkedip menjadi lebih cepat

Lalu, ada juga gejala lainnya, yaitu

  1. Terjadi penurunan kesadaran secara sesaat
  2. Linglung
  3. Mulut menjadi berbusa
  4. Napas dapat terhenti secara sementara

Penyebab Kejang dan Faktor Risiko yang Harus Dihadapi

Ada beberapa keadaan penyebab yang biasanya menimbulkan kejang ini, yaitu epilepsi, lumpuh otak atau cerebral palsy, demam tinggi, hipoglikemia, hipoksia, hipotensi, tumor otak, meningitis, cedera pada kepala, gejala autoimun, keracunan, kadar gula darah tidak normal, penyakit jantung, terjadinya ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh, hingga adanya overdosis obat.

Diagnosis yang Biasanya Dilakukan

Selain dari gejal yang sudah disebutkan sebelumnya, ada beberapa diagnosis yang bisa dianalis berdasarkan hasil EEG (Elektroensefaklogram) dan pemeriksaan  elektrolit dalam darah. Lalu, apabila terdapat masa atau kecurigaan terhadap infeksi tertentu, pemeriksaan bisa dilanjutkan dengan menggunakan MRI secara kontrak maupun non-kontras dan pemeriksaan cairan serebrospinal.

Lalu, Kapan Harus ke Dokter?

Sahabat Hermina bisa langsung ke dokter terdekat atau ke IGD rumah sakit apabila penyakit kejang ini terjadi selama lebih dari 2 menit. Nantinya akan dilakukan beberapa pemeriksaan dan penanganan pada penderita yang:

  1. Mengalami kondisi tersebut untuk pertama kalinya
  2. Tidak kunjung sadar setelah terjadi kejang
  3. Terjadinya kejang secara berulang-ulang
  4. Penderit sedang hamil, cedera, atau menderita penyakit diabetes
  5. Sebelumnya penderita mengalami demam tinggi

Dari pengenalan kejang yang sudah disampaikan di atas, Sahabat Hermina bisa melakukan pencegahan dengan beberapa upaya, seperti beristirahat dan tidur yang cukup, rajin olahraga, makan makanan bergizi, mengelola stress dengan baik, dan menjalani pengobatan pada kondisi medis tertentu secara teratur.

Sahabat hermina dapat berkonsultasi seputar kejang kepada dokter spesialis di RS. Hermina terdekat, atau sahabat hermina juga bisa berkonsultasi secara online dengan dokter spesialis RS. Hermina dengan aplikasi halo hermina.

Categories