anak, ayah dan ibu

Apa Saja Skrining yang Penting Dilakukan pada Bayi Prematur ?

Secara definisi, bayi prematur adalah bayi yang lahir pada usia kehamian kurang dari 37 minggu.

Berbeda dengan bayi lahir cukup bulan, bayi prematur memiliki faktor risiko yang lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan. Itulah mengapa bayi prematur termasuk dalam kategori bayi risiko tinggi.

Usia kandungan yang belum cukup dapat menyebabkan berbagai sistem organ dalam tubuh bayi belum matur secara sempurna sehingga berbagai memicu berbaga masalah kesehatan pada bayi. Semakin muda usia kehamilan maka semakin besar risiko bayi mengalami masalah kesehatan.

Tentunya tidak semua bayi prematur akan mengalami hal tersebut. Namun demikian, deteksi dini melalui skrining penting dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui lebih cepat problem kesehatan bayi sehingga intervensi dapat lebih cepat dilakukan.

Berikut daftar skrining pada bayi prematur yang penting dilakukan:

- Skrining mata

Bayi-bayi dengan prematuritas yang mendapat terapi oksigen karena masalah pernapasan setelah lahir berisiko mengalami gangguan pada mata yaitu retinopathy of prematurity (ROP). Untuk itu, pada bayi prematur dengan berat badan dibawah 1500 gram dianjurkan skrining berkala setiap 1-2 minggu sekali hingga usia koreksi bayi cukup bulan.

- Skrining pendengaran

Bayi prematur juga memiliki risiko mengalami masalah pendengaran. Skrining pendengaran dilakukan pada bayi prematur minimal satu kali selama perawatan. Biasanya skrining dilakukan sebelum bayi pulang perawatan.

- USG kepala

Bayi prematur dianjurkan untuk pemeriksaan USG kepala, terutama pada bayi dengan berat badan dibawah 1500 gram. USG kepala ini penting karena bayi prematur berisiko mengalami gangguan pada otak seperti perdarahan otak.

- Pemeriksaan tulang

Salah satu skrining lain yang diperlukan pada bayi dengan prematur skrining osteopenia of prematurity (OOP). Skrining ini dilakukan pada semua bayi prematur pada usia 1 bulan untuk mendeteksi adanya masalah kesehatan tulang pada bayi.

- Skrining lainnya

Pemeriksaan lainnya yang perlu dilakukan adalah kadar hormon tiroid, bilirubin, anemia akibat prematuritas dan pemeriksaan jantung (echocardiography) yang dilakukan pada bayi prematur sesuai indikasi dan jadwal yang ditentukan.

Perlu diperhatikan bahwa masing-masing rumah sakit memiliki kebijakan mengenai waktu dan kriteria yang digunakan. Konsultasikan dengan Dokter Spesialis Anak dan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan  mengenai jenis skrining yang perlu dilakukan pada bayi prematur sesuai dengan kondisinya.

 

Categories