Sariawan pada Anak

Sariawan pada Anak

Sariawan pada anak merupakan masalah rongga mulut yang sering dijumpai. Sariawan dapat terjadi dibagian bibir, pipi bagian dalam, permukaan gusi dan lidah, serta dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak, bahkan bayi. 

Sariawan atau stomatitis aftosa merupakan luka yang terdapat di dalam mulut yang menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman. Luka ini bisa timbul dalam bentuk oval atau bulat dan berwarna kuning atau putih yang memiliki tepian berwarna merah akibat peradangan. Sariawan dapat berdampak buruk pada kualitas hidup anak, menggangu aktivitas makan dan minum, hingga berbicara.

 

Cara Mengobati Sariawan Pada Anak

Pada saat anak terkena sariawan jangan langsung memberikan obat-obatan. Alasannya, sariawan pada umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam 7-10 hari. 

Berikut beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri untuk mengobati dan mengurangi rasa sakit sariawan pada anak:

1. Berkumur dengan larutan garam, dengan takaran 1 sendok teh garam di campur setengah cangkir air hangat

2. Tidak menggunakan pasta gigi yang dapat memicu iritasi, contohnya sodium lauril sulfat

3. Menggunakan sikat gigi berbulu lembut

4. Memperbanyak mengkonsumsi air putih. Air putih dapat mempercepat penyembuhan pada luka sariawan

5. Menghindari makanan yang dapat memicu luka sariawan makin parah, seperti makanan yang asam, asin, pedas, dan minuman panas. Disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang lembut.

 

Sariawan dapat diobati dengan bahan alami yang terdapat pada makanan dengan memperbanyak asupan sayur dan buah-buahan yang kaya akan vitamin C, B, folat, dan zat besi. Bisa juga mengkonsumsi suplemen Vitamin C dan Vitamin B.

Apabila cara-cara diatas tidak dapat mengobat dan mengurangi rasa sakit sariawan pada anak dan sariawan tidak kunjung sembuh setelah lebih dari 10 hari, Sahabat Hermina dapat menemui dokter.

 

Meredakan sariawan pada bayi tentunya memerlukan cara yang berbeda. Berikut cara mengobati dan mengurangi rasa sakit sariawan pada bayi:

1. Memberikan makanan yang memiliki tekstur lembut dan bersuhu dingin, seperti es krim

2. Gunakan es batu untuk mengompres sariawan. Rasa dingin dari es batu membuat sariawan menjadi mati rasa

3. Mengkonsumsi air putih dalam jumlah sedikit tapi sering. Ini bertujuan agar rongga mulut basah

4. Menghentikan sementara meminum dari botol. Gunakan sendok atau sedotan agar dapat minum secara perlahan

5. Berikan larutan air garam, gunakan kapas lalu tempelkan pada sariawan. Untuk hasil yang maksimal, lakukan cara ini 3-4 kali sehari

Sama dengan kondisi anak, umumnya sariawan pada bayi akan sembuh dengan sendirinya. Namun, tidak ada salahnya jika Bunda memerikasakannya ke dokter untuk mendapatkan penangan dan saran medis yang tepat. 

 

Gejala dan Penyebab Sariawan Pada Anak

Umumnya gejala yang dirasakan pada saat sariawan antara lain, nyeri yang sangat menggangu, gatal, sensai terbakar, bahkan dapat di sertai gejala sistemik, seperti demam, lemas, sulit menelan dan pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.

Sariawan terjadi akibat terjadinya trauma pada mulut, seperti makan makan keras, menyikat gigi terlalu keras, juga bisa disebabkan oleh luka karena tidak sengaja tergigit pada saat makan. Makanan yang dikonsumsi anak juga dapat memicu terjadinya sariawan akibat alergi makanan tertentu atau kekurangan vitamin yang dipicu oleh anak yang suka memilih-milih makanan.

 

Sariawan pada anak dapat menjadi tanda adanya infeksi virus, yaitu virus herpes simpleks dan penyakit tangan kaki mulut (hand foot and mouth disease). 

Virus Herpes Simpleks

Anak berusia 1-3 tahun paling sering terserang virus herpes simpleks. Infeksi ini memiliki gejala yang berat. Jika terinfeksi virus ini, sariawan yang dialami berukuran kecil dengan jumlah yang banyak, bisa lebih dari 10. Lokasi yang sering terkena adalah bagian gusi, lidah dan bibir. Lesi pada bibir bagian luar dan sekitaran kulit mulut dapat ditemukan. Sariawan diawali dengan mengalami lenting yang kemudian pecah. Akibatnya, anak akan mengalami demam dan sulit menelan.

Penyakit Tangan Kaki Mulut (hand foot and mouth disease)

Coxsackie merupakan virus yang menyebabkan penyakit tangan kaki dan mulut. Umumnya penyakit ini terjadi pada anak usia 1-5 tahun. Gejala dari penyakit ini adalah sariawan muncul dalam rongga mulut, terutama pada lidah dan sisi mulut dan adanya lenting pada daerah telapak tangan dan kaki.

 

Sariawan memang bisa sembuh dengan sendirinya dalam 7-10 hari tergantung dari luka tersebut. Misalnya, luka yang disebabkan tergigit atau tergesek benda tajam yang menyebabkan trauma bisa membuat peradangan yang cenderung tak kunjuung mereda. Namun, perlu diwaspadai jika tak terjadi hal-hal yang dapat memicu iritasi pada peradangan, sebab bisa saja sariawan tersebut menjadi indikator adanya penyakit lain.

Apabila sariawan terasa sangat sakit, mengganggu aktifitas anak dan tidak membaik pada waktu lebih dari 7 hari, sebaiknya segera ke rumah sakit dan konsultasikan dengan dokter agar dapat pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat. Salam sehat. 

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.