Mengenali Gejala Tuberkulosis pada Anak

Mengenali Gejala Tuberkulosis pada Anak

Saat ini, penyakit TBC masih merupakan penyakit endemis di Indonesia, bahkan Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia sebagai negara dengan kasus tuberkulosis terbanyak.

 

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru, namun dapat menyerang hampir semua organ tubuh. Penyakit TB dapat menyerang tulang, selaput otak, kelenjar getah bening, mata, ginjal, jantung, hati, usus dan juga kulit.

 

Penyakit ini ditularkan oleh orang dewasa yang menderita TB aktif melalui percikan dahak yang keluar saat batuk, bicara, bersin atau bernyanyi. Percikan dahak yang mengandung kuman TB ini bila terhirup dan masuk ke paru-paru akan menyebabkan timbulnya infeksi TB.

 

Berbeda dengan TB pada dewasa yang gejala utamanya adalah batuk lama selama lebih dari 3 minggu, gejala TB anak sangat tidak spesifik. Kapan kita harus curiga buah hati kita mungkin tertular TB? yaitu bila didapatkan beberapa gejala berikut:

- Demam lama lebih dari 2 minggu, atau demam berulang (umumnya demam tidak terlalu tinggi)

- Nafsu makan turun, berat badan turun atau tidak naik dalam 2 bulan berturut-turut

- Batuk yang menetap atau memburuk selama lebih dari 3 minggu

- Anak tampak lesu dan tidak kelihatan seaktif biasanya

- Teraba benjolan di leher (umumnya lebih dari satu)

- Kontak erat dengan penderita TB paru aktif

- Selain gejala yang bersifat umum dapat juga dijumpai gejala yang bersifat khusus yaitu benjolan di tulang belakang (gibbus), pembengkakan sendi (sendi panggul, sendi lutut, sendi ruas jari), kejang dan penurunan kesadaran (TB selaput otak), jantung bengkak ataupun perut yang membesar.

 

Namun sayangnya tidak ada satupun gejala diatas yang spesifik sebagai gejala TB, karena penyakit kronik lainnya juga dapat memiliki gejala seperti itu. Oleh karena itu jika buah hati Anda menunjukkan gejala seperti di atas, segeralah bawa mereka untuk konsultasi ke dokter.

 

Sebelum seorang anak divonis menderita TB, maka selain mempertimbangkan gejala klinis yang muncul perlu dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang. Berbeda dengan TB pada dewasa yaitu pemeriksaan kuman pada dahak merupakan pemeriksaan utama, pada anak pemeriksaan uji tuberkulin atau tes Mantoux merupakan pemeriksaan yang utama.

 

Tes Mantoux merupakan pemeriksaan dengan cara menyuntikkan larutan tuberkulin (protein kuman TB) di bawah kulit (intrakutan). Hasil tes dapat dibaca antara 48-72 jam, jika timbul benjolan pada bekas suntikan dengan ukuran >10 mm maka dikatakan hasil tes positif. Hasil tes Mantoux positif menunjukkan reaksi tubuh terhadap protein kuman, artinya tubuh pasien pasti pernah terinfeksi sebelumnya dengan kuman TB. Dengan demikian sebelum seorang anak dikatakan menderita sakit TB seharusnya kita lakukan dulu pemeriksaan yang membuktikan bahwa anak tersebut telah terinfeksi TB (dengan tes Mantoux), karena tidak mungkin seseorang dapat menjadi sakit tanpa terjadi infeksi sebelumnya.

 

Pemeriksaan lain yang dapat membantu diagnosis TB adalah pemeriksaan rontgen dada, pemeriksaan ini dapat memperkuat dugaan ke arah tuberculosis, tetapi tidak dapat dipakai sebagai satu-satunya pemeriksaan untuk menentukan diagnosis tuberkulosis.

 

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bila di rumah ada seorang penderita TB dewasa, selain mengobatinya kita juga harus memeriksakan anak-anak yang tinggal satu rumah dengannya karena anak merupakan kelompok umur yang rentan, terutama jika dibawah lima tahun. Sebaliknya jika kita dapatkan seorang anak menderita TB kita harus mencari sumber penularan di sekitarnya. Sumber penularan TB harus dicurigai pada seorang dewasa dengan batuk lama (lebih dari 3 minggu), batuk darah, penurunan berat badan yang mencolok, pada kondisi demikian orang dewasa tersebut sebaiknya diminta untuk memeriksakan dahaknya untuk diperiksa kuman TB nya. Dengan pendekatan seperti ini diharapkan kita dapat mengobati TB dengan menyeluruh.

 

Dengan memperhatikan berbagai gejala yang mungkin timbul dan faktor-faktor penting yang berperan dalam penularan TB diharapkan sebagai orangtua dapat mendeteksi dini kemungkinan anaknya sakit TB dan segera membawanya untuk konsultasi ke dokter.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.