hati, anak, ayah dan ibu

Apa itu Hepatitis?

Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama salah satu dari virus hepatitis, yaitu A, B, dan C. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis nonvirus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.

 

 

JENIS VIRUS HEPATITIS

 

Virus Hepatitis A

Virus Hepatitis A menyebar melalui fecal oral. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.

 

Virus Hepatitis B

Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi di antara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau di antara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual).

 

Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.

 

Virus Hepatitis C

Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita "penyakit hati alkoholik" seringkali menderita hepatitis C.

 

Hepatitis dapat menjadi kronis jika tidak ditangani dengan baik. Sebuah survei menyatakan pemakai narkoba suntikan yang menggunakan jarum bersama-sama yang marak pada masa lampau, maka 18% tertular hepatitis B, 40% tertular HIV dan 70% tertular hepatitis C.

 

Di Indonesia, angka Prevalensi Penderita Hepatitis C sebenarnya Kurang dari 1%, tetapi sebagian besar akan menjadi kronis, sehingga jumlah penderita kronisnya hampir sama dengan penderita hepatitis B kronis, yaitu sekitar 1 juta orang.

 

 

PENCEGAHAN HEPATITIS

 

Vaksin tersedia untuk pencegahan hepatitis A dan B yang merupakan vaksin tunggal ataupun vaksin gabungan. Kekebalan terhadap Hepatitis A mencapai 99-100% sebulan setelah menerima vaksin yang ke-2 kalinya (vaksin yang kedua 6 bulan kemudian setelah yang pertama). Vaksin hepatitis A tidak boleh digunakan untuk yang berusia di bawah satu tahun. Vaksin hepatitis B telah tersedia sejak tahun 1986 dan telah diterapkan sedikitnya pada 177 program nasional imunisasi untuk anak-anak. Kekebalan terjadi pada lebih 95% anak-anak dan dewasa muda yang menerima 3 dosis rekombinan vaksin, sebulan setelah vaksin yang ketiga (jadwal vaksinasi adalah 0, 1 bulan dan 6 bulan).

 

 

Sahabat Hermina, jangan lupa untuk melakukan vaksin hepatitis sebagai salah satu langkah pencegahan hepatitis, karena mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati. Salam sehat.

Categories